Jalan Hidup

Tidak mudah menghadirkan kesadaran akan tujuan hidup. Tidak tunggalnya jalan hidup ini membuat siapa pun yg diberik ikhtiar bisa memilih dengan merdeka, dengan konsekuensinya masing-masing. Kenikmatan duniawi, meskipun sementara, acap kali menjadi faktor dominan bahkan determinan menentukan langkah hidup ini.

Bagi saya yang awam, asal muasal penciptaan ialah Dia Yang Maha Suci meniscayakan makhlukNya memiliki tujuan yang suci pula. Termasuk manusia, di antara berbagai jalan di dunia ini, manusia juga dihadapkan dengan jalan yang membawanya kepada kesucian. Singkatnya, saya ingin menyadarkan diri saya akan urgensinya menempuh jalan sepritual, dengan senantiasa bertaubat dan menjauhi apa yang bisa mengotori jiwa.

Ceburkan dirimu ke dalam wilayah yang para nabi dan walinya meyakini sebagai pendekatan diri terhadap Tuhannya. Iman terhadap mereka lebih dari cukup untuk mempertegas lagi langkahmu. Bahwa mereka (para nabi) tidak diutus kecuali untuk menyempurnakan para pengikutnya.

Iman ialah sintesis antara emosi dan intelektual, yakni fusi cinta sjati dan pemahaman yang benar melahirkan. Bekali perjalanan dirimu dengan bekal yang dibutuhkan. Karena membawa bekal yang tidak dibutuhkan akan membebani perjalanan. Perkuatlah pemahaman dengan kerangka berpikir yang kokoh seperti logika dan filsafat. Demikian pula alat pencari sumber pemahaman seperti bahasa Arab sehingga dengannya banyak membantu menenggalamkan diri dalam lautan kalam-Nya. Dan yang lebih fundamental, dengan bekal yang dimiliki tempulah perjalanan dengan mengikuti orang-orang yang diutus olehNya dan mereka yang dicintai olehNya.

Standard